Search This Blog

Translate

Lembaga Amil Zakat, Pengelolaan Program Peduli Anak Bangsa (Pena Bangsa) Yayasan Dana Sosial Al Falah Cabang Malang dalam Menyalurkan Beasiswa

Lembaga Amil Zakat,  Pengelolaan Program Peduli Anak Bangsa (Pena Bangsa) Yayasan Dana Sosial Al Falah Cabang Malang dalam Menyalurkaaaan Beasiswa

Lembaga Amil Zakat
Bagian Pertama

Pengelolaan Program Peduli Anak Bangsa (Pena Bangsa) Yayasan Dana Sosial Al Falah Cabang Malang dalam Menyalurkan Beasiswa
Lembaga Amil Zakat


Lembaga Amil Zakat

Lembaga Amil Zakat,  Pengelolaan Program Peduli Anak Bangsa (Pena Bangsa) Yayasan Dana Sosial Al Falah Cabang Malang dalam Menyalurkan Beasiswa

Pembangunan menuntut pertumbuhan 'economic growth' yang cukup cepat telah menyebabkan dampak baik positif ataupun negatif sehingga tidak aneh negeri ini pernah mendapat julukan sebagai 'Macan Asia'  pada tahun 1997 karena keajaiban ekonomi luar biasa pada waktu itu.


Tujuan utama dari pembangunan masyarakat diantaranya untuk peningkatan taraf hidup, yang dimaksud taraf hidup rendah sebagai usaha utama perbaikan di masyarakat. Dengan demikian hasil-hasil seharusnya diperuntukkan bagi semua pihak dan lapisan masyarakat, sehingga paling tidak mengandung tujuan seperti yang telah dikemukakan oleh Goulet (1973:94) bahwa :
1. memperbaiki hal-hal yang berkaitan dngan penopang hidup warga masyarakat
2  memperbaiki kondisi kehidupan yang memungkinkan terpenuhinya kebutuhan harga diri
3. adanya kebebasan termasuk di dalamnya kebebasan dan penindasan, kesengsaraan dan kemelaratan.

Lembaga Amil Zakat,  Pengelolaan Program Peduli Anak Bangsa (Pena Bangsa) Yayasan Dana Sosial Al Falah Cabang Malang dalam Menyalurkan Beasiswa

Lembaga Amil Zakat
Selain kesenjangan fakta kemiskinan pun justru bisa terjadi karenanya. Sebagai suatu keadaan sering dihubungkan dengan kebutuhan, kesulitan dan kekurangan bahan pokok di berbagai keadaan hidup. Ia merupakan masalah yang mendasar yang menyangkut harkat dan martabat manusia. Sebagai fenomena universal artinya bisa mengenai siapa saja, waktu dan tempat mulai dari skala global sampai pada tingkat rumah tangga.


Sebelum terjadi krisis ekonomi yang melanda Indonesia pertengahan tahun 1997  lalu sebetulnya waktu itu telah diproyeksikan  sekitar 35 juta anak usia sekolah (7-15 tahun) sudah bisa sekolah di jenjang Sekolah Dasar  (SD) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) tetapi akibat inflasi gelombang pemutusan hubungan kerja, kenaikan harga kebutuhan pokok dan tekanan kemiskinan yang makin parah acap terjadi keluarga - keluarga miskinyang ada terpaksa mengorbankan kelangsungan pendidikan anak - anaknya baik untuk sementara waktu maupun seterusnya. Jika pada tahun 1996/1997 angka partisipasi kasar anak usia sekolah sudah mencapai 77, 26% maka setelah kondisi ini telah melanda masyarakat angka partisipasi kasar itu menurun menjadi hanya sekitar 54% (Kompas, 2 Maret 1999). Akibatnya keinginan membebaskan anak usia sekolah dari ancaman buta huruf dan kemungkinan putus sekolah tampaknya makin jauh dari harapan yang telah diinginkan bersama.


Lembaga Amil Zakat,  Pengelolaan Program Peduli Anak Bangsa (Pena Bangsa) Yayasan Dana Sosial Al Falah Cabang Malang dalam Menyalurkan Beasiswa

Lembaga Amil Zakat
Mengetahui mereka secara tidak langsung menjadi indikasi adanya suatu fenomena sampai sekarang belum dapat dipecahkan pemerintah. Terbuktidengan semakin bertambahnya penduduk miskin bahwa sekitar 40 juta dari 209 juta penduduk Indonesia hidup dalam kemiskina  dan sekitar 11 juta anak kekurangan gizi (http://www.bandung.go.id/data http). Adanya suatu keterkaitan  sejumlah peningkatan harga barang pokok sebagai bagian yang mutlak dibutuhkan hajat hidup orang banyak telah menunjukkan korelasi negatif dengan kemampuan daya beli mereka yang hidup di bawah standart manusia yang mampu sehingga secara kuantitatif maka angka kemuskina  ada kecenderungan meningkat.


Pernyataan "Anak sebagai  generasi penerus bangsa" telah mengalami degradasi kepercayaan dan perlu diperhatikan kesungguhan i'tikad baik dari pemerintah sebagai pelaksana pemerintah negeri ini. Berdasarka  bunyi Undang - Undang Dasar 1945 pasal 34 menyatakan, "Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara". Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan". Berdasarkan keterangan tersebut terlihat bahwa negara telah memberikan suatu jaminan akan kesejahteraan hidup mereka yang nota bene merupaka  warga tersisihkan  apabila ditinjau dari sisi sosial ekonomi. 

Lembaga Amil Zakat,  Pengelolaan Program Peduli Anak Bangsa (Pena Bangsa) Yayasan Dana Sosial Al Falah Cabang Malang dalam Menyalurkan Beasiswa

Lembaga Amil Zakat
Pengalaman pembangunan berhasil bukan mutlak pada kekayaan sumber daya alam melimpah melainkan bertumpu pada manusia sendiri selanjutnya untuk mendapatkan dipandang pdrlu dilaksanakan pemerataan memperoleh pendidikan melalui kewajiban belajar. Keadaan demikian karena disebabkan 10% sampai 20% dari jumlah siswa terpaksa berhenti sekolah karena kesulitan ekonomi. Ini diakubatkan tingginya biaya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan sebagai bagian dari kebutuhan primer manusia secara universal sedangkan kemampuan untuk mencapainya tidak terjangkau dengan ekonomi mereka yang hidup di bawah standar masyarakat umum.


Berdasarkan penelitian oleh United Development Programme tahun 2002 tergambar bahwa Indonesia masih berada pada posisi 110 dari 173 negara dalam Indeks Pembangunan Manusia jauh dibandingkan Philipina, Malaysia dan Thailand.  Apabila di awal tahun kemerdekaan hanya beberapa orang dapat menikmati pendidikan formal sehingga dapat dihitung yang belajar di perguruan tinggi. Baru pada tahun tujuh puluhan upaya besar dilakuka  untuk meningkatkannya hasilnya dapat dilihat pada peningkatan akses wajib belajar pendidika  dasar enam tahun dari 50% di tahun 1968 menjadi lebih dari 95%. Sekitar 65% dari sekolah dasar melanjutkan sampai pendidikan sekolah menengah pertama 3 tahun berikutnya (Kompas, 6 April 2006).


Mengetahui kondisi sebagian anak secara umum kualitas sumber daya manusia telah mengalami penurunan sehingga masa depan tidak menutup kemungkinan menjadi memprihatinkan. Realita semakin menunjukkan indikasi bahwa mereka yang paling menderita keadaanya padahal nantinya berperan sebagai aser terbesar penerus bangsa. Mengetahui realitas tersebut maka sebuah gambaran kondisi seharusnya penuh dengan tawa menjadi suatu hal sulit untuk didapatkan di tengah maraknya berbagai permasalahan. Hal tersebut memperkuat petunjuk bahwa mendapatkan kebahagiaan dapat dibilang mengalami kesulitan terutama taraf hidup ekonomi dan sosial minim.

Lembaga Amil Zakat,  Pengelolaan Program Peduli Anak Bangsa (Pena Bangsa) Yayasan Dana Sosial Al Falah Cabang Malang dalam Menyalurkan Beasiswa

Lembaga Amil Zakat
Upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran Indonesia yang masih mengalami krisis multidimensional terpuruk dan semakin carut marut seharusnya pemerintah harus segera sadar selanjutnya memfokuskan pada pembangunan sumber daya manusianya melalui pendidikan. Hal tersebut sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa sesangkan tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi  anak didik agar menjadi  manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggungjawab (UU nomor 20 Tahun 2003, Sisdiknas Bab II pasal 3 :11).


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dirilis awal tahun 2006 ini warga Jatim yang buta aksara 'illiteracy' mencapai 3,9 juta orang. Angka itu menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat lebih dari 4 juta jiwa.

Lembaga Amil Zakat
Secara nasional kecenderungan yang terjadi adalah angka siswa drop out yang semula berhasil dikendalikan dan cenderung menurun mulai tahun 1998 lalu kembali naik (Suyanto dan Hariadi, 2003:1). Sesangkan studi Jawa Pos Institute of Pro Otonomi (JPIP) terdapat rata-rata kota di Jawa Timur  hanya mengganggarkan 2, 06 % dari anggaran pendapatan belanja daerah untuk pembangunan sektor pendidikan (Jawa Pos, 30 Mei 2002).

Lembaga Amil Zakat,  Pengelolaan Program Peduli Anak Bangsa (Pena Bangsa) Yayasan Dana Sosial Al Falah Cabang Malang dalam Menyalurkan Beasiswa

Lembaga Amil Zakat
Pendidikan harus dipandang sebagai investasi yang akan membawa keuntungan bagi kehidupan bangsa seluruhnya di masa memdatang. Keuntungan ini sesungguhnya terlihat pada kualitas manusia sebagai sumber daya manusia pembangunan. Meskipun demikian kenyataan yang menunjukkan bahwa prioritas pilihan investasi pemerintah selama ini masih diberikan pada pembangunan ekonomiuang segera mendatangka  keuntungan. Padahal mengetahui pernyataan yang disampaika  Gardiner (1991:60) bahwa : 'Keterbatasan dana menimbulkan masalah di bidang pendidikan misalnya mutu pendidikan menjadi rendah dan keluaran output pendidikan tidak relevan ddngan lapangan pekerjaan sehingga menimbulkan pengangguran terutama sekolah menengahdan perguruan tinggi".


Mengetahui kenyataan menyadari betapa masih banyaknya anak usia sekolah (7-12 tahun) yang tidak sempat menikmati pendidikan 'drop out' karena berbagai alasan dan faktor tertentu dan betapa banyaknya orang dewasa yang belum pernah turut menikmati pendidikan. Menurut Vembriarto (1981:15) yang dimaksud drop out yaitu suatu kejadian dimana murid meninggalkan pelajaran di sekolah sebelum ia menamatkan pelajarannya. Dengan memberikan kesempatan sama kepada siswa atau mahasiswa berpotensitetapi tidak mampu untuk membiayai studinya berupa beasiswa kepada mereka itu dengan persyaratan tertentu. Di samping itu dimaksudkan untuk mencadi bakat luar biasa 'talent scouting' terutama bagi kebutuhan pembangunan 'mission oriented' dan bagi orang tua beasiswa tersebut akan meringankan mereka dalam pendidikan anaknya. Dengan meningkatkan biaya, anak yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi tetapi berasal dari keluarga  dengan status sosial ekonomi lebih lemah umumnya tidak dapat melanjutkan tingkat selanjutnya. Kenyataan tersebut dapat diatasi dengan dua cara yaitu pemberian beasiswa untuk siswa, mahasiswa dan mengembangkan program orang tua asuh (ota).



Lembaga Amil Zakat,  Pengelolaan Program Peduli Anak Bangsa (Pena Bangsa) Yayasan Dana Sosial Al Falah Cabang Malang dalam Menyalurkan Beasiswa

Lembaga Amil Zakat

Bagian Kedua

Lembaga Amil Zakat,  Pengelolaan Program Peduli Anak Bangsa (Pena Bangsa) Yayasan Dana Sosial Al Falah Cabang Malang dalam Menyalurkan Beasiswa
Lembaga Amil Zakat


Lembaga Amil Zakat,  Pengelolaan Program Peduli Anak Bangsa (Pena Bangsa) Yayasan Dana Sosial Al Falah Cabang Malang dalam Menyalurkan Beasiswa

Lembaga Amil Zakat
Saat ini secara keseluruhan diperkirakan jumlah anak usia sekolah dari keluarga miskin telah mencapai 7,2 juta jiwa. Sementara itu, dana jaring pengaman sosial bidang pendidikan pada tahun 1998/1999 hanya mampu menangani kebutuhan pendidikan sekitar 2,5 juta anak dari keluarga miskin belum memperoleh beasiswa. Pada bulan Juli-Desember 2000, diperkiraka  pemerintah kembali hanys mampu mengalokasikan beasiswa sebanyak 379 milyar dan dengan jumlah dana sekecil itu diperkirakan hanya cukup untuk memberi beasiswa kepada kurang lebih 4 juta anak jenjang Sekolah Dasar sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (Suyanto dan Hariadi, 197:2002).


Melalui cara tersebut orang tua dengan kemampuan sosial ekonomi menghubungi pihak sekolah untuk mendapatka  informasi tentang anak yang berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi lemah. Mereka membantu biaya bp3 bahkan memberi buku, pakaian seragam sekolah.


Sebagai lembaga amil zakat atau lembaga pengelola zakat di Indonesia tentu telah syarat pengalaman dan profesionalitas di dalam melakuka  kinerjanya selama menghimpun, menyalurkan dana umat selalu membuat manuver dengan programnya. Pusat pengelolaannya memang berada di Surabaya namun dirasakan penting dannperlu untuk mengembangka  target sasarannya kepada masyarakat luas maka dipilih Jember, Malang, Jakarta dan Sidoarjo pada waktu itu untuk dijadikan cabangnya. Ketertarikan tersendiri sebagai salah satu dari konsep Islam dalam menangani secara khas di masyarakat secara luas di tengah kehidupan kapitalistik dan telah teruji secara nyata maka hematnya memilih Yayasan Dana Sosial Al Falah Cabang Malang oleh karena selain kompleksitas pendidikan disana sudah cukup terkenal sebagai salah satu kota pendidikan dengan indikator secara kuantitas dan kualitas aspek penilaian baik mobilitas pelajarnya, sarana prasarana, variasipilihan jenis mulai dari kedinasan sampai profesionalitas namun juga tidak sesikit dijumpai masalah sosial 'social problem' di sana. Adapun pertimbangan memilih judul antara lain :

Lembaga Amil Zakat,  Pengelolaan Program Peduli Anak Bangsa (Pena Bangsa) Yayasan Dana Sosial Al Falah Cabang Malang dalam Menyalurkan Beasiswa

Lembaga Amil Zakat
a. Undang - Undang  No. 38 tentang zakat dengan keputusan menteri agama dan dirwktur jenderal bimbingan masyarakat Islam dan urusan haji(dirjen bimas dan haji) no. D/291 tahun 2000 tentang pedoman teknis pengelolaan zakat merupakan media menyebabkan respon positif tumbuh berdirinya lembaga amil zakat yang dikelola masyarakat dan badan amil zakat oleh pemerintah memberi ruang kemudahan untuk meneliti dan mengembangkan informasi berdasarkan data yang didapatkan

b. Ketertarikan terhadap konsep dana umat yaitu zakat, infaq, dan shadaqah (zis) untuk menulyelesaikan permasalahan sosial di masyarakat

c. Islam pasti dan telah mampu nenjawab persoalan perkembangan zaman dimana dan kapan pun dengan demikian perludisosialisasika  secara luas kepada masyarakat muslim sehingga mempunyai nilai yang bermanfaat luas "multiplier effect". Ini baru satu konsep di dalamnya dengan memberikan keterjaminan sosial di dalam aplikatifnya belum lagi lainnya. Jadi bukanlah teoritisyang bersifat teorisaja sehingga membawa kejumudan bagi pemeluknya padahal ketika diperhatikan, dipelajari lebih dalam secara keseluruhan dan terus terdapat nilai aplikatif sehingga ia mampu memberikan pengaruh bagi kehidupan karena pada hakekatnya memang relevan sesuai firmanNya sebagai agama Rahmatan Lil Alamin. Ia menghargai tinggi ilmu pendidikan bahkan telah banyak melahirkan cendekiawan muslim terkenal dan diakui penemuannya semisal ilmu sosiologi pertama kali di dunia, ahli bedah dan kedokteran pertama kali ditemukan oleh Ibnu Sina

d. Pendidikan memegang peranan yang penting sebagai investasi untuk itu keberadaannya perlu diperhatikan utamanya mereka yang kondisi ekonominya jauh dari mampu atau cukup untuk menyekolahkan anaknya sampai pada batas derajat yang layak maka dirasakan penting menyelesaika  permasalahan dengan memperhatikannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga memiliki kemampuan daya saing pula di masyarakat lokal, regional dan internasional

e. Lembaga amil zakat nasiomal Yayasan Dana Sosial Al Falah dipilih sebagai objek penelitian karena telah berperan cukup lama berdiri sebagai filantropis Islam sebelum Undang - Undang No. 38 Tahun 1999 disahkan sudah menjalankan program yang dimiliki. Disamping itu  kini telah mengembangkan cabang di  Jakarta dan Mojokerto atau pun lainnya seiring dengan meningkatnya zakat infaq dan shadaqah dan kepercayaan dari masyarakat. Bahkan tidak diragukan lagi profesionalitasnya dalam pengelolaan terlihat melalui sejumlah penghargaan baik kategori transparansi, favorit pilihan publik, penghimpunan dana dan pendayagunaan dana di tahun 2004 dan 2005 dalam penganugrahan zakat award
e. Keinginan untuk memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk diaplikasika secara riel di masyarakat dengan memadukan disiplin selama menempuh studi di Universitas Jember

Alhamdulillah, semoga dhuafa akan merasakan manfaat Pena Bangsa Lembaga Amil Zakat Yayasan Dana Sosial Al Falah.

Musda ke-3 IPSPI Jawa Timur: Mengurai Problematika dan Tantangan Profesi Peksos

Pekerja Sosial


Mengurai Problematika dan Tantangan Profesi Peksos

Mengurai Problematika dan Tantangan Profesi Peksos

Mengurai Problematika dan Tantangan Profesi Peksos


Musda ke-3 IPSPI Jawa Timur: Mengurai Problematika dan Tantangan Profesi Peksos

Pekerja Sosial

Independen Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) Provinsi Jawa Timur, menghelat agenda besar berupa Musyawarah Daerah (Musda) ke-3 yang bertempat di Hotel Amaris Surabaya. Musda yang dihelat pada Sabtu-Ahad, 9-10 Oktober 2021 ini, merupakan agenda rutin tiga tahunan yang diorientasikan untuk melakukan penyegaran pengurus, sekaligus ajang pertanggungjawaban akhir pengurus dan anggota sebelum periodesasinya berakhir.

Kegiatan ini merupakan manifestasi ketaatan pengurus DPD IPSPI Jatim dalam menjalankan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Musda ke-3 IPSPI ini, dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, yakni seluruh pengurus harian IPSPI Jawa Timur, meliputi Dewan Pengawas Etik, Dewan Penasehat, Ketua, Sekretaris dan Bendahara, serta sejumlah perwakilan dari masing-masing bidang. Selain itu, tampak hadir pula sejumlah anggota IPSPI dari beberapa daerah Kabupaten/Kota di Jawa Timur dan rekanan seperti anggota non-kesejahteraan sosial (non-kesos).

Musda yang diikuti 44 orang ini, harusnya sudah digelar pada bulan Maret 2021 lalu, namun karena sejumlah kendala, baik kendala organisasi maupun kondisi  karena pandemi Covid-19, akibatnya kegiatan yang sesungguhnya cukup penting dan strategis ini terpaksa tertunda dan baru bisa dilaksanakan bulan ini.


Pekerja Sosial

Salah satu hal terpenting yang menjadi tantangan DPD IPSPI Jatim ialah, masih lemahnya kesadaran anggota akan arti pentingnya IPSPI bagi mereka, sehingga tergerak kesadaran untuk mendinamisasi organisasi agar tampak lebih survive.

Sebagian besar anggota IPSPI masih lebih mengutamakan kepentingan pribadi daripada organisasi, sehingga terkesan “habis manis sepah dibuang”. Anggota hanya terlihat ketika sedang membutuhkan untuk membuat atau memperpanjang kartu keanggotaan IPSPI, serta saat membutuhkan “sertifikat” sebagai tanda bukti telah mengikuti uji kompetensi peksos. Dapat dikata, anggota IPSPI yang benar-benar peduli dengan organisasi IPSPI ini dapat dihitung dengan jari. Mereka ini yang benar-benar menyediakan waktu khusus demi untuk menjaga agar IPSPI benar-benar eksis, selebihnya hanya hadir saat kepentingan pribadinya terkait dengan IPSPI belum terpenuhi.

Selama ini DPD IPSPI Jatim sudah berupaya secara optimal dalam memfasilitasi, memberikan pelayanan kepada anggota dan merancang kegiatan yang strategis dan progresif. Sejumlah kegiatan yang telah sukses dilaksanakan DPD IPSPI Jatim periode 2018-2021 ini yaknk pelatihan peningkatan keterampilan mahasiswa dalam praktik pekerjaan sosial, dengan bekerja sama dengan Program Studi (Prodi) Kesos FISIP UMM. Selain itu, meski dalam masa pandemi yang cukup panjang, DPD IPSPI Jatim tidak lelah dalam melaksanakan kegiatan. Diantaranya webinar tentang bagaimana tanggap darurat pada situasi kondisi pandemi, pelatihan capacity building tentang Peksos dan juga pelatihan persiapan uji kompetensi.

Di bidang lain, DPD IPSPI Jatim juga mencoba melirik bisnis demi untuk menjaga survive IPSPI di Jatim agar bisa lebih berdaya secara ekonomi, sehingga secara langsung atau tidak langsung dapat membiayai dirinya sendiri tanpa harus menunggu iuran wajib anggota. Kegiatan ekonomi ini dilakukan dengan memanfaatkan dana kas organisasi agar tidak stagnan di buku tabungan yang sangat mungkin seiring waktu akan dapat habis untuk kegiatan organisasi. Estama merupakan salah satu produk usaha DPD IPSPI Jatim yang dijalankan, baik secara online dan offline.


Pekerja Sosial

Kembali pada faktor lemahnya “rasa memiliki” dari anggota terhadap organisasi, sangat dibutuhkan upaya-upaya organisasi secara lebih tegas dan jelas. Tanpa ada upaya-upaya yang sistematis dan strukturalis dari organisasi, sampai kapan pun keberadaan IPSPI akan dipandang sebelah mata, serta hanya dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan jangka pendek yang bersifat personal. Harus diakui dan disadari bersama, bahwa ke depan Peksos merupakan profesi yang cukup menarik. Karena itu, IPSPI sebagai wadah Peksos harus semakin di mantapkan kekuatannya. Entah bagaimana caranya, semoga pada Musda ke-3 ini mampu merumuskan pula formula-formula demi untuk eksistensi kelembagaan IPSPI. Sehingga tidak hanya fokus pada siapa yang menjadi pengurus, mungkin satu hal penting yang harus digaris-bawahi bahwa saat ini IPSPI masih menghadapi problematik yang dilematis, yang berupa lemahnya rasa bangga dengan profesi sebagai Peksos. Semoga melalui forum Musda ini, bersemi kembali semangat-semangat baru dalam upaya untuk memantapkan posisi IPSPI di kalangan Peksos. Semoga perhelatan ini berjalan dengan lancar dan sukses dalam menyusun kepengurusan yang jauh lebih sempurna. Salam Charity.


Mengurai Problematika dan Tantangan Profesi Peksos

Pekerja Sosial

Penulis : Eny Choi (Bidang Pengembangan dan Potensi Praktik)


Referensi :

Redaksi

https://pijarnews.id


Simak Juga

 

Reads Also :

  1. Create Account WordPress Blog Check Out
  2. Digital Marketing Agency, Arfadia
  3. Walmart Marketplace, See Explanation
  4. Al Qur'an PDF, to Facilitate Muslim
  5. My Abi Is Different Have Collection
  6. Mebel Furniture Review
  7. Studying At Brain Academy
  8. E-Commerce Indonesia
  9. Boarding School in Malang
  10. Boarding School in East Java
  11. Books Stories in Qur'an
  12. Digital Marketing Agency
  13. Zakat One of Pillars of Islams



Next Post Previous Post
26 Comments
  • Ipeh Alena
    Ipeh Alena 27 November 2021 at 19:08

    Maasya allah. Alhamdulillah ada lembaga amil yang fokus buat pendidikan gini. Aku pas baca gimana usaha dan program lembaga amil ini jadi terharu. Bukan apa-apa, beasiswa seperti ini emang dibutuhin banget. Apalagi sampai untuk mahasiswa pun bisa punya peluang.

    Inget banget banyak yang curhat selama pandemi ini sampe kehilangan semua anggota keluarga. Terus dia tinggal sendiri dan berjuang buat bayar kuliah dengan jualan. Sambil dagang sambil ikut kuliah online. Duh rasanya hati ini ikut sedih.

    Semoga program ini benar-benar bisa tepat sasaran dan bisa berjalan dengan lancar serta bisa dapet banyak support

  • Wahid Priyono
    Wahid Priyono 28 November 2021 at 01:52

    Ikut bangga karena ada lembaga amil zakat infaq dll yang masih mau membantu masyarakat yang terdampak pandemi. Program positif ini perlu diteruskan. Saya dukung.

  • Nur Asiyah
    Nur Asiyah 28 November 2021 at 08:10

    Ada rasa bersyukur sekaligus lega melihat adanya lembaga amil yang memberikan bantuan pada masyarakat terutama di bidang pendidikan. Semoga dapat terus dilakukan dengan kebijakan yang sesuai dan berkah.

  • Sukma (lantanaungu.com)
    Sukma (lantanaungu.com) 28 November 2021 at 15:49

    MasyaAllah, ikut bahagia saat membaca artikel ini. Pasalnya banyak memang yang terdampak finansial oleh pandemi kemarin. Dengan adanya badan amil zakat yang peduli pendidikan seperti ini, maka sumber daya manusia Indonesia akan terus bertumbuh. Generasi unggul yang kurang mampu tetap bisa belajar, sampai kuliah. MasyaAllah tabarakallah

  • Dyah (Author roemahaura.com)
    Dyah (Author roemahaura.com) 28 November 2021 at 18:59

    MasyaAllah, senang rasanya jika melihat lembaga amil zakat seperti Pengelolaan Program Peduli Anak Bangsa (Pena Bangsa) Yayasan Dana Sosial Al Falah Cabang Malang ini begitu transparan dalam kegiatannya. Jadi yang nyumbang kan tahu zakat,sedekah atau dana yang mereka sumbangan diberikan kemana saja.

  • Melalak Cantik
    Melalak Cantik 28 November 2021 at 19:51

    Dengan adanya program beasiswa seperti ini semoga semakin terbantu yang memang membutuhkan ya. LEmbaga amil zakat yang fokus ke pendidikan tentu untuk pengembangan sumber daya manusia juga ke depannya.

  • Mutia Ramadhani
    Mutia Ramadhani 28 November 2021 at 21:24

    Program Pena Bangsa ini keren banget ya, untuk meningkatkan taraf hidup kita yang masih di bawah garis kemiskinan. Semoga Lembaga Amil Zakat, Pengelolaan Program Peduli Anak Bangsa (Pena Bangsa) Yayasan Dana Sosial Al Falah Cabang Malang tetap amanah.

  • Jasmi Bakri
    Jasmi Bakri 28 November 2021 at 23:57

    Alhamdulillah ternyata ada juga lembaga yang peduli dengan pendidikan anak bangsa. Semoga Program Pena Bangsa ini berkelanjutan ya kak karena memang memberi banyak sekali kebermanfaatan.

  • Supadilah
    Supadilah 29 November 2021 at 06:09

    IPM Indonesia masih tertinggal juga. Dibutuhkan banyak pihak untuk memperbaiki kondisi ini. Salah satunya adalah dengan kontribusi dari lembaga zakat.

  • Nufa Zee
    Nufa Zee 29 November 2021 at 13:47

    Lembaga Amil Zakat memang banyak manfaatnya di masyarakat ya, jika dimaksimalkan masyaAllah semua masyarakat yang terdampak keuangan pasti akan sangat terbantu, khususnya yang memerlukan dana pendidikan

  • Nanik nara
    Nanik nara 29 November 2021 at 15:25

    Lembaga asmil zakat yang peduli dengan dunia pendidikan seperti ini selayaknya mendapat dukungan masyarakat, semoga semakin banyak donaturnya sehingga makin banyak anak kurang mampu yang bisa mendapatkan beasiswa

  • A fighter
    A fighter 1 December 2021 at 16:04

    Seneng dan ikut banggga sama lembaga amil zakat begini. Mereka bener bener berkontribusi terus banyak ngebantu orang yang membutuhkan

  • Karimah Iffia Rahman
    Karimah Iffia Rahman 1 December 2021 at 17:46

    masya allah senang sekali bacanya ada lembaga amil zakat yang sangat amanah untuk mendistribusikan zakat dan infaq serta sadaqah lainnya untuk orang-orang yang membutuhkan. semoga semakin banyak donatur dan juga penerima bantuannya.

  • hani
    hani 1 December 2021 at 22:22

    Bangga dengan lembaga amil zakat seperti Pengelolaan Program Peduli Anak Bangsa (Pena Bangsa) Yayasan Dana Sosial Al Falah Cabang Malang yang dengan rinci memaparkan kegiatannya. Jadi yang nyumbang kan tahu zakat,sedekah atau dana yang mereka sumbangan diberikan kemana saja.

  • Silvana Devinta
    Silvana Devinta 3 December 2021 at 07:06

    Semoga YDSF Al Falah cab Malang terus istiqomah bisa mengorganisir dana untuk menyokong pendidikan anak bangsa. Semakin banyak juga donatur yg ikut bergabung. Aàmin

  • ilmair.com (endah nurzaira)
    ilmair.com (endah nurzaira) 8 December 2021 at 00:08

    Ma syaa Allah, zakat itu memang sebenarnya solusi untuk kesejahteraan umat ya, syukurnya ini ada lembaga amil zakat yang programnya ada yang fokus di sektor pendidikan ya, Program Peduli Anak Bangsa (Pena Bangsa) Yayasan Dana Sosial Al Falah Cabang Malang. Semoga terus berlanjut memberi manfaat luas, terutama untuk umat ya, dberikan keberkahan juga aamiin

  • mardanurdin.com
    mardanurdin.com 10 December 2021 at 17:01

    Orang yang terkena dampak pandemi di sisi ekonomi banyak sekali. Mulai dari yang di PHK karena perusahaannya pailit hingga para pengusaha yg terancam bangkrut. Beruntung masih ada yang peduli seperti Yayasan Dana Sosial Al Falah. Semoga makin banyak yang terbantu dan berkah buat Yayasan Al Falah.

  • Qoty Intan Zulnida
    Qoty Intan Zulnida 25 December 2021 at 22:59

    Lembaga amil zakat juga menyalurkan beasiswa, ini merupakan langkah tepat ya untuk membantu mereka yang memang terkendala di pendidikannya padahal otaknya mampu

  • Bayu Fitri
    Bayu Fitri 26 December 2021 at 07:49

    Wah programnya membantu banget ya untuk kaum yang membutuhkan utamanya lagi sekarang pandemi pasti banyak keluarga yang kesulitan ekonomi. Semoga bantuannya dapat bermanfaat ya buat keluarga yg menerima. Amin YRA

  • Unknown
    Unknown 26 December 2021 at 22:37

    Lembaga amil zakat memang pekerja sosial yang pahalanya banyak. InsyaAllah karena programnya membantu banyak orang. Pasti di baliknya banyak orang yang amanah. Sukses terus kak

  • Kornelius Ginting
    Kornelius Ginting 28 December 2021 at 03:18

    So.. sudah tahu kan akhirnya harus menyalurkan zakat kemana... yang terpercaya dan amanah pastinya...hati pun tenang

  • Halamansekolah.com
    Halamansekolah.com 28 December 2021 at 08:14

    Jika banyak lembaga amil zakat yang programnya seperti ini, banyak anak-anak yang berpotensi yang terbantu agar tetap merasakan bangku sekolah, dan kuliah. Terimakasih infonya kak

  • Nurhilmiyah
    Nurhilmiyah 28 December 2021 at 13:46

    Semoga semakin banyak generasi penerus bangsa yang bisa dibiayai pendidikannya dengan lembaga amil zakat Yayasan Sosial Al Falah dalam program PENA nya ya

  • Hanat Futuh
    Hanat Futuh 28 December 2021 at 13:54

    Kalau baca artikel yang kayak gini, rasanya senang, masyaallah, masih banyak tangan-tengan baik yang amanah. Semoga YDSF Al Falah cab Malang terus menebar kebaikan dan manfaat untuk masyarakat yang membutuhkan.

  • Bang Doel
    Bang Doel 28 December 2021 at 18:46

    Alhamdulillah makin banyak lembaga filantropi yang mengurus soal pendidikan dan siswanya yang kekurangan biaya. Mudah-mudahan makin banyak lembaga semacam ini dan mendapat dukungan masyarakat yang makin luas.

  • Amel
    Amel 29 December 2021 at 06:59

    Memang pendidikan anak2 menjadi hal yang sangat oentinh, karena masa depan bangsa ini di tangan mereka. Sangat bermanfaat lembaga-lembaga semacam ini.

Add Comment
comment url