Kenali Pengasuhan Anak, Tujuan Pengasuhan Anak

 

Ilustrasi gambar, pixabay.com. Kenali Pengasuhan Anak, Tujuan Pengasuhan Anak
Ilustrasi gambar, pixabay.com. Kenali Pengasuhan Anak, Tujuan Pengasuhan Anak




Kenali Pengasuhan Anak, Tujuan Pengasuhan Anak

 

Keseharian anak dan orang tua dinamika tidak terlepas pengasuhan anak setiap interaksi baik secara permainan, komunikasi, diskusi, mendengarkan pendapat, mengingatkan dan semacamnya. Orang tua menjadi role model bagi anak di saat dini setiap perkembangan usianya. Penting memperhatikan pengasuhan anak agar kelak tumbuh kembang mereka sesuai harapan.

Setiap kondisi keluarga tentu tidak terlepas dari pengasuhan anak, tujuan pengasuhan anak. Mengapa?karena pengasuhan anak dan tujuan pengasuhan merupakan suatu pola pembiasan yang benar sesuai harapan orang tua kelak agar bermanfaat untuk sesama insan manusia dan tujuan hidup beribadah kepadaNya.

 

Pengasuhan Anak

Setiap orang tua akan mendidik anak semaksimal mungkin mulai semenjak dalam kandungan sampai anak lahir. Setiap perkembangan dan pertumbuhan tentunya tidak terlepas dari peranan orang tua dan lingkungan anak tinggal.

 

Pengasuhan anak merujuk kepada seluk beluk membesarkan anak dan tak harus dari hubungan biologis. Sejak awal anak dilahirkan hingga dewasa dalam rangka melindungi, merawat, mengajari, mendisiplinkan dan memberi panduan inilah kemudian familiar disebut parenting.

 

Tujuan Pengasuhan Anak

 

Tujuannya adalah memfasilitasi agar anak mampu bertanggung jawab (mandiri) serta berkontribusi sebagai bagian dari masyarakat, tidak terlepas hubungan manusia dengan sesama manusia maupun dengan pencipta, sehingga dengan melibatkan tiga kunci tujuan pengasuhan yaitu:

 

a. Upaya memenuhi kebutuhan anak untuk kesejahteraan jasmani, rohani, sosial dan emosionalnya. Melindungi anak, melalui menghindarkan dari potensi kecelakaan/ bahaya.

b. Memberikan aturan dan memastikan bahwa aturan terkontrol serta mampu ditegakkan.

c. Mendukung anak, mampu mengembangkan potensi dalam dirinya. Anak memiliki bakat dan kompetensi secara unik, mereka terlahir sempurna memiliki sesuatu melekat pada dirinya semenjak dini. Ketrampilan, kemampuan bisa dibina oleh orang tua sebagai pendidik terdekat di rumah, memberikan bekal ilmu, akhlaq, ketrampilan untuk bekalnya di kemudian hari.

Jenis - Jenis Pengasuhan Anak

1.     Gaya Permissive

Orangtua yang permissive cenderung tidak memberikan hukuman pada anak. Orangtua yang permissive memposisikan diri mereka sebagai sumber daya yang dapat anak gunakan untuk apapun, kapanpun, dan dimanapun.

2.     Gaya Authoritarian

Gaya pengasuhan yang authoritarian sering menggunakan hukuman sebagai konsekuensi. Orangtua dengan gaya pengasuhan authoritarian percaya bahwa anak-anak perlu menerima perintah/ kata-kata karena itulah yang benar.

Ada beberapa dampak negatif dari gaya pengasuhan ini. Pertama adalah anak yang bertumbuh terlalu bergantung pada keputusan orangtua. Mereka akan kesulitan untuk menentukan apa yang mereka mau, dan cenderung tidak menginisiasikan ide/opini. Kedua adalah tingkat stress yang tinggi. Sepertinya kedua hal tersebut perlu diperhatikan dengan baik sebagai perbaikan.

3.     Gaya Authoritative

Orangtua yang authoritative lebih berfokus pada mengarahkan perilaku anak dengan rasional dan berorientasi pada isu.

Mengetahui alasan dan pertimbangan yang benar inilah yang ditekankan oleh orangtua yang authoritative.

 

Praktik Gaya Pengasuhan Selama Keseharian

Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa authoritative adalah gaya pengasuhan yang paling baik akan tetapi dalam prakteknya, tidak ada gaya pengasuhan yang dapat diterapkan 100% dalam kehidupan sehari-hari.

 

Referensi

Kenali Pengasuhan Anak, Tujuan Pengasuhan Anak

  1. Baumrind, D. (1966). Effects of authoritative parental control on child behavior. Child development, 887-907.
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Anak
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Pengasuhan_anak


12 Comments

  1. wahh, baru tahu nih saya tentang tipe pengasuhan anak. Yang Authoritarian sepertinya sudah tidak relevan dengan zaman sekarang deh, dimana skrng tingkat stress anak itu lebih tinggi. Anak bisa jadi makin membangkang atau justru jadi penakut dan gak mau mengakui kesalahan. Karena kalau dia salah, dia pasti akan kena hukuman.

    ReplyDelete
  2. Setuju. Aku juga menerapkan gaya pengasuhan authoritative sih. Engga yang semua diturutin, tetapi engga yang galak-galak harus menurut perintah. Ya tengah-tengah deh aman...

    ReplyDelete
  3. Sekarang memang udah banyak sih gaya pengasuhan. Tapi juga tiap kondisi background masing-masing keluarga yang berbeda bisa membedakan gaya pengasuhan. Jadi ngga bisa dipukul sama rata juga ya.

    ReplyDelete
  4. Salut banget deh buat semua orang yang udah jadi orangtua. Aku bahkan sampe sekarang nggak kebayang nanti kalau nikah dan punya anak, mau diasuh pake cara apa huhu, kudu banyak belajar

    ReplyDelete
  5. Kalau dipikir-pikir gaya pengasuhan saya enggak bisa masuk ke salah satu jenis saja. Karena kadang saya merasa lemah dan kasihan saat anak sedang butuh. Kadang juga bersifat keras saat anak melakukan sesuatu yang salah atau berbahaya. Belum bisa memastikan lebih tepatnya.

    ReplyDelete
  6. Kadang teori memang bagus, tapi pas praktek ini yang susah diterapkan. Benar juga memang authoritative adalah gaya pengasuhan yang paling baik kalau diterapkan 100℅, setuju sih hehe

    ReplyDelete
  7. Baru tau saya, kadang susah untuk mengasuh anak apalagi setiap anak juga memiliki karekter yang berbeda ini kadang sulit untuk dipahami

    ReplyDelete
  8. Dari ketiga gaya pengasuhan di atas, mungkinkah diterapkan semua, sesuai perkembangan anak? karena bisa jadi pada usia batita, pengasuhan cenderung permissiv

    ReplyDelete
  9. kayaknya aku termasuk authoritative deh,,, atau apa yaaa... ketika aku merasa sikap anak-anak udah di luar value yang aku tanamkan, ya mereka harus mendapatkan konsekuensi

    ReplyDelete
  10. wah keren, tenyata asuh anak tu juga ada jenisnya ya kak, dan tentunya tiap itu memiliki tujuan untuk perkembangan sang anak

    ReplyDelete
  11. Suka masih meraba-raba, saya ini masuk tipe pengasuhan yang mana... Kadang-kadang yang penting anak bahagia aja dengan pilihannya. Mungkin agak cenderung permisif, tapi kerap pula melarang jika itu bakal membahayakannya.

    ReplyDelete
  12. Sudah beragam ya sekarang pola pengasuhan anak, penerapannya pasti tergantung background yang dimiliki orang tuanya, termasuk ilmu parenting dan pengalaman yang didapatnya. Pola pengasuhan itu akan berpengaruh sekali dengan perkembangan anak hingga dewasa. Salut sama orang tua yang terus mau belajar, melakukan yang terbaik untuk mengasuh anak-anaknya. Makasih juga ilmunya Kak, bisa jadi pegangan buat nanti ini :)

    ReplyDelete

Terima kasih